Apa Itu Las Argon? Peralatan dan Cara Penggunaannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Las Argon

Las argon merupakan salah satu proses pengelasan yang cukup dikenal di masyarakat terutama dunia teknik. Pengelasan ini dikenal memiliki resiko yang sangat tinggi bagi kesehatan terutama kesehatan mata dan paru-paru. Namun seseorang yang memiliki keahlian las argor memiliki upah yang cukup besar. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas secara lengkap Apa itu las argon?

Las argon adalah proses pengelasan yang melibatkan “Argon” yang merupakan golongan gas mulia. Dalam tabel periodik Argon dilambangkan sebagai Ar. Argon ini berfungsi sebagai gas pelindung (shielding gas), karena sifatnya yang mulia (inert). Sehingga gas tersebut tidak bereaksi dengan lingkungan sekitarnya.

Dengan sifat ini menjadikan gas Argon sebagai pelindung yang cukup ideal dalam proses pengelasan. Gas Argon digunakan pada pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dan TIG (Tungsten Inert Gas) atau GTAW. Namun sebagian besar masyarakat awam sendiri saat menyebut las Argon sebagai pengelasan TIG. Disini kita akan membahas beberapa poin terkait las Argon atau TIG.

las argon

Peralatan Las Argon

Untuk memulai mengerjakan sebuah pekerjaan pengelasan TIG/Argon dibutuhkan beberapa peralatan. Peralatan yang perlu dipersiapkan sedikit lebih banyak dari pada peralatan las listrik pada umumnya. Apabila kita membandingkan pengelasan stik (SMAW) dengan pengelasan argon, maka akan sangat terlihat perbedaannya.

kesamaan keduanya hanya pada trafo las, kebanyakan trafo las yang beredar di pasaran dapat digunakan sebagai trafo las SMAW dan GTAW. Selain itu tidak ada lagi kesamaan lain ditinjau dari peralatan yang dibutuhkan. Peralatan GTAW diantara lain sebagai berikut:

1. Mesin Las Argon (Trafo Las)

Mesin las Argon mesin yang digunakan untuk menyalakan busur listrik pengelasan. Listrik yang berasal dari stop kontak, kemudian diubah oleh rangkaian transformer step up pada power source. sehingga tegangan dan arus listrik yang cukup tinggi untuk digunakan dalam proses pengelasan. Output dari mesin las ada berberapa macam tergantung dari tipenya. Mesin las bisa menghasilkan listrik arus searah atau DC (Direct Current), arus bolak – balik atau AC (Alternating Current). Atau bisa keduanya dengan hanya menekan tombol pada mesin las untuk mengganti jenis arusnya.

2. Inert Gas Supply

Inert Gas Supply merupakan tabung silinder yang berisi gas mulia (Argon) yang berfungsi untuk untuk mensupply kebutuhan gas pelindung kawat las. Kapasitas dari tabung gas ini bervariasi, mulai dari 1 m³ hingga 10 m³. Pada umumnya proses las ini menggunakan gas mulia argon. Namun, gas mulia helium juga banyak digunakan apabila argon terlalu langka untuk digunakan. Pada beberapa proses pengelasan GTAW juga menggunakan jenis gas aktif seperti karbon dioksida (CO2). Gas mulia yang biasa digunakan memiliki beberapa tingkatan kemurnian, yang paling umum adalah welding grade atau industrial grade, dengan standar kemurnian yang cukup.

3. Flow Meter dan Regulator Gas

Flowmeter dan Regulator Gas merupakan bagian yang penting. Selain sebagai safety (pengaman), Flowmeter dan Regulator Gas berfungsi untuk mengatur laju / flow aliran gas dari Tabung. Terdapat katup (valve) buka tutup pada tabung untuk mengatur tekanan kerja. Regulator dilengkapi dengan dua indikator. Indikator pertama berfungsi untuk mengetahui tekanan kerja gas dan juga volume gas yang masih tersisa. Sedangkan indikator ke dua adalah flowmeter, berfungsi untuk mengatur laju debit aliran gas. Untuk menentukan laju debit aliran gas sendiri ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain : jenis gas, posisi pengelasan, dan kondisi angin di sekitar pekerjaan pengelasan.

4. Welding Torch (Stang Las)

Welding Torch atau Stang Las adalah bagian yang dikendalikan oleh welder ketika proses pengelasan berlangsung. Torch memiliki bagian yang cukup rumit jika dibandingkan peralatan lainnya yang cenderung lebih sederhana. Pada bagian belakang torch terdapat beberapa mekanisme inlet dan outlet, seperti

  1. Electrode cable yaitu kabel yang membawa arus listrik dari mesin las.
  2. Gas hose yang merupakan selang gas pelindung.
  3. Water outlet dan inlet hose yang berfungsi mensirkulasikan air untuk pendingin torch pada water-insulated torch.
  4. Torch handle yang berfungsi sebagai pegangan welder pada saat proses pengelasan.
  5. Cap yang berfungsi sebagai penutup ujung elektroda yang biasanya terlalu panjang agar tidak ter ekspos ketika beraliran listrik. Karena bisa berbahaya apabila terjadi kontak arus pendek yang tidak diinginkan.
  6. Collet yang berfungsi untuk menjepit elektroda tungsten. Agar tidak bergeser pada saat digunakan.
  7. Gas orifice nut yang merupakan sebuah baut untuk menempatkan gas orifice yang berfungsi untuk menyemprotkan gas pelindung ke daerah kawah las.
  8. Gas nozzle. Gas Nozzle ini berfungsi untuk mengarahkan semprotan gas agar terkumpul pada titik kawah las yang membutuhkan perlindungan gas.
  9. Tungsten electrode adalah elektroda yang digunakan untuk menyalakan busur. Elektroda ini adalah jenis elektroda tidak terumpan, karena memiliki titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan material yang di las dan hanya dipakai pada las argon.

5. Foot Pedal Fine Control

Bagian ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang digunakan pada saat pengelasan berlangsung. Khusus pada pengelasan GTAW yang memang cenderung rumit. Foot Pedal Fine Control berfungsi sebagai:

  • Membantu menyalakan busur listrik tanpa harus melakukan kontak antara elektroda dengan logam induk.
  • Mencegah crater crack dengan mematikan busur listrik secara bertahap.
  • Mencegah terjadinya cacat burn through dan lack of fusion

Jenis Jenis Elektroda Tungsten Pada Las Argon

  • Electrode Wolfram Pure (Warna Hijau)
    Electrode Wolfram Pure (EWP) yaitu elektroda tungsten murni dengan kode warna hijau. Memiliki harga yang paling murah dibandingkan elektroda jenis lain. Keunggulan dari elektroda jenis ini hanya pada harga, dengan sifat – sifat elektroda yang tidak terlalu unggul. Elektroda ini dapat digunakan untuk mengelas aluminium dan magnesium.
  • Electrode Wolfram Thorium Oxide (warna kuning dan merah)
    Electrode Wolfram Thorium Oxide (EWTh) yaitu elektroda tungsten dicampur dengan unsur Thorium dengan kadar 1% untuk kode warna kuning dan 2% untuk kode warna merah. Elektroda ini unggul pada stabilitas busur dan penyalaan awal yang cenderung lebih mudah. Akan tetapi thorium merupakan unsur radioaktif yang dapat memiliki dampak lingkungan akibat limbah serta dampak kesehatan bagi welder.
  • Electrode Wolfram Cerium Oxide (warna orange)
    Electrode Wolfram Cerium Oxide (EWCe) yaitu elektroda tungsten dengan campuran unsur Cerium dengan kadar 2% dengan kode warna orange. Keunggulan elektroda ini adalah ketahanannya terhadap panas yang mencegah terjadinya lelehan dan kontaminasi. Elektroda ini juga menghasilkan busur yang stabil dan penyalaan awal yang mudah, seperti jenis EWTh. Tetapi elektroda ini tidak memiliki bahaya radiasi seperti jenis EWTh.
  • Electrode Wolfram Lanthanum Oxide (warna hitam)
    Electrode Wolfram Lanthanum Oxide (EWLa) yaitu kawat las argon dengan campuran unsur Lanthanum dengan kadar 1% untuk kode warna hitam, 1.5% untuk kode warna emas, 2% untuk kode warna biru. Memiliki keungguran yang mirip dengan elektroda jenis EWCe.
  • Electrode Wolfram Zirconium Oxide (warna coklat)
    Electrode Wolfram Zirconium Oxide (EWZr) yaitu elektroda tungsten dengan campuran unsur Zirconium dengan kadar 0.3% dan memiliki kode warna coklat. Campuran zirconium meningkatkan titik lebur elektroda sehingga mampu menahan kuat arus yang tinggi dan lebih tahan lama.

Cara Pengelasan dengan Las Argon

Seperti halnya proses las busur listrik lainnya, las argon memiliki banyak kemiripan cara kerja dengan proses – proses las seperti SMAW, GMAW, dan FCAW. Sumber listrik dinaikkan dayanya pada transformator step up yang ada pada mesin las sesuai dengan kebutuhan pengelasan. Listrik tersebut di alirkan melalui 2 kabel, masing – masing terhubung ke logam induk (work lead) dan terhubung ke torch (electrode lead).

Arus listrik pada kabel tersebut hanya akan mengalir ketika tombol saklar yang ada pada pegangan torch ditekan. Bersamaan dengan mengalirnya arus listrik, gas pelindung juga akan mengalir menyelubungi elektroda.

Gas ini akan terionisasi ketika ada kontak arus pendek antara ujung elektroda dengan logam induk. Gas yang ter ionisasi menjadi jembatan berpindahnya elektron dari satu kutub listrik ke kutub listrik lainnya, menjadi sebuah busur yang menyala secara stabil.

Berpindahnya elektron meliputi terjadinya pemisahan dan penggabungan elektron dari sebuah unsur. Proses ini menghasilkan energi yang cukup besar untuk menghasilkan panas yang digunakan untuk melelehkan logam induk dan logam pengisi.

Selain berfungsi sebagai media penghubung dan penstabil busur, gas pelindung juga memiliki fungsi utama untuk menyelubungi daerah kawah las dari gas – gas yang dapat mengkontaminasi kawah las, seperti oksigen dan hidrogen.

belajar las argon

Hal Yang Mempengaruhi Hasil Pengelasan Argon

Untuk mendapatkan hasil pengelasan yang kuat dan bagus ada beberapa hal yang mempengaruhinya, seorang welder harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Setingan Arus Listrik

Besar kecilnya arus listrik, sangat berpengaruh terhadap hasil pengelasannya. Jika terlalu kecil, maka hasil pengelasannya tidak akan kuat. Jika terlalu besar, hasil pengelasannya akan gosong.

2. Tebal Benda Kerja

Ketebalan benda kerja juga perlu diperhitungkan. Semakin tebal benda kerjanya, semakin besar pula kuat arusnya. Sebaliknya, semakin tipis benda kerjanya, semakin kecil pula kuat arusnya.

3. Tekanan Gas

Tekanan gas argon ini sangat penting. Jangan sampai terlalu cepat atau terlalu lambat debitnya. Karena sangat berpengaruh terhadap hasil pengelasannya.

4. Gerakan Tangan

Seorang welder profesional harus bisa mengendalikan gerakkan tangannya secara stabil. Jangan sampai tremor pada saat proses pengelasan. Kecepatan gerakan tangan juga harus stabil, tidak boleh terlalu cepat maupun lambat. Karena dapat mempengaruhi hasil pekerjaan las nya.

5. Posisi Pengelasan

Ada berbagai macam posisi pengelasan yang wajib welder kuasai, antara lain : Posisi di bawah tangan (down hand position), Posisi mendatar (horizontal position), Posisi tegak (vertical position), dan Posisi di atas kepala (over head position).

6. Lingkungan Tempat Kerja

Welder juga harus memperhatikan lingkungan tempat kerjanya, berangin atau tidak. Hal ini bertujuan untuk mengatur tekanan gas yang digunakan.

PT Patmanunggal Reka Abadi Jasa Pengelasan, Konstruksi dan Fabrikasi

Itu tadi adalah jenis-jenis Pengelasan (welding) dan cara kerjanya yang populer dan banyak digunakan dalam industri dan dunia teknik. Perlu sumber daya yang berpengalaman untuk menyelesaikan proyek anda seperti pengelasan, konstruksi dan fabrikasi logam atau metal.

PT Patmanunggal Reka Abadi merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan jasa engineering, konstruksi, pengelasan, dan fabrikasik. Didukung oleh tim engineering yang professional dan berpengalaman serta peralatan yang canggih.

Lihat portofolio kami di sini

Jika anda tertarik dan membutuhkan informasi lebih lanjut, segera hubungi tim sales engineer & marketing kami melalui e-mail atau whatsapp. Jika Anda ingin datang ke Workshop Kami di Jl. Pakel No.130-131, Banyuanyar Surakarta, Jawa Tengah. (Depan Red Doorz)

PT PATMANUNGGAL REKA ABADI merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa fabrikasi, repair, instalasi dan rekayasa engineering dengan jangkauan meliputi seluruh Indonesia.

More to explorer

× Hubungi Kami Sekarang!